Abu Ubaida Mengeluarkan Pernyataan Setelah Operasi Penyeberangan Karameh Tewaskan Tiga Keamanan Israel
TRIBUNNEWS.COM- Abu Ubaida mengeluarkan pernyataan menyusul operasi Penyeberangan Karameh.
Abu Ubaida, juru bicara Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), mengomentari penembakan yang dilakukan oleh seorang pengemudi truk Yordania di sisi lain Jembatan Raja Hussein, yang mengakibatkan kematiannya dan terbunuhnya tiga pemukim Israel.
Dalam pernyataan yang diunggah di saluran Telegramnya, Abu Ubaida mengatakan,
“Brigade Al-Qassam memberkati operasi heroik dan luar biasa di perbatasan Karama, yang dilakukan oleh martir dan pahlawan Yordania, Maher Al-Jazi, salah satu pahlawan Operasi Topan Aqsa.”
Ia menambahkan bahwa anggota Al-Qassam melakukan salat jenazah untuk Al-Jazi di pos dan posisi militer mereka di Jalur Gaza.
Penyeberangan Perbatasan Karameh akan dibuka kembali setelah operasi penembakan
Nazmi Muhanna, Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Penyeberangan dan Perbatasan Otoritas Palestina, mengumumkan bahwa Penyeberangan Karameh akan dibuka kembali pada hari Senin pukul 10:00 pagi.
Menurut Kantor Berita Palestina (WAFA), penyeberangan tersebut akan tersedia untuk pergerakan penumpang saja (bagi mereka yang meninggalkan wilayah Pendudukan), sementara akan tetap ditutup untuk lalu lintas truk komersial.
Pihak berwenang “Israel” telah menutup semua penyeberangan setelah penembakan di Persimpangan Karameh, yang mengakibatkan tewasnya tiga pemukim dan mati syahidnya penyerang, warga negara Yordania Maher Al-Jazi.
Kementerian Dalam Negeri Yordania mengumumkan pada hari Minggu bahwa penyelidikan awal atas insiden penembakan di sisi lain Jembatan Raja Hussein telah mengonfirmasi bahwa penembaknya adalah warga negara Yordania bernama Maher Diab Hussein Al-Jazi, penduduk daerah Al-Husseiniya di Kegubernuran Ma’an.
Al-Jazi telah menyeberangi jembatan sebagai pengemudi truk kargo yang mengangkut barang dari Yordania ke Tepi Barat.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa temuan awal menunjukkan insiden itu merupakan tindakan individu, dan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap semua rinciannya.
Kementerian Dalam Negeri juga mencatat bahwa koordinasi sedang dilakukan antara otoritas terkait untuk memulangkan jenazah pelaku untuk dimakamkan di Yordania.
Selain itu, kementerian mengonfirmasi bahwa semua pengemudi Yordania yang diperiksa setelah insiden tersebut telah dibebaskan, dan lebih dari 100 truk telah kembali ke Yordania sepanjang hari.
Kementerian juga memantau secara ketat situasi terkait penutupan jembatan pascainsiden tersebut.
SUMBER: ROYA NEWS
BERITATERKAIT
Berita Terkait
Ikuti kami di